Celni : PAD Parkir Berpotensi Naik Hingga 300 Persen

SAMARINDADPRD Kota Samarinda menilai potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perparkiran masih jauh dari maksimal. Bahkan, jika dikelola secara optimal, penerimaan daerah dari sektor tersebut disebut bisa meningkat hingga tiga kali lipat.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan kebocoran PAD parkir hingga kini masih menjadi persoalan serius yang perlu segera dibenahi. “Kalau kita benar-benar konsen di bidang perparkiran, kemungkinan PAD kita bisa jauh lebih tinggi,” ujarnya, Selasa (26/5/2026)

Menurut Celni, DPRD bersama pemerintah kota beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat langsung kondisi pengelolaan parkir di lapangan. Dari hasil sidak tersebut, ditemukan adanya perbedaan cukup besar antara potensi pendapatan parkir dengan angka yang masuk ke kas daerah.

“Beberapa kali sidak, ada jukir yang secara lisan menyebut pendapatannya bisa sampai Rp30 juta per bulan,” katanya.

Namun, angka penerimaan yang tercatat sebagai PAD disebut belum mencerminkan potensi sebenarnya dari sektor perparkiran tersebut. “Tapi yang masuk ke PAD pemerintah tidak sampai seperti itu,” ungkap Celni.

Ia menilai praktik jukir liar menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kebocoran penerimaan daerah. Karena itu, pemerintah kota mulai mendorong pembenahan sistem parkir secara menyeluruh.

Menurutnya, penerapan sistem pembayaran digital hingga wacana parkir tahunan menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan transparansi pengelolaan parkir. “Kalau pengelolaannya benar-benar dibenahi, PAD dari parkir ini bisa naik sampai 300 persen,” tegasnya.

Celni berharap seluruh langkah pembenahan yang sedang disiapkan pemerintah kota dapat memperkuat penerimaan daerah sekaligus memperbaiki tata kelola parkir di Samarinda. “Makanya sekarang memang kita serius membenahi sektor perparkiran ini,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan