SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul penutupan 12 dapur yang dinilai belum memenuhi standar. Langkah tersebut akan diawali dengan pengiriman surat kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan penindakan dan pemeriksaan terhadap dapur-dapur lainnya.
Wakil
Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menegaskan bahwa evaluasi tidak
hanya berhenti pada 12 dapur yang telah ditutup, tetapi juga menyasar seluruh
dapur MBG yang beroperasi di kota Tepian. “Kita rencananya akan bersurat ke DLH untuk
segera menindak dan melakukan penyidikan ke dapur-dapur MBG yang lain, tidak
hanya 12 itu,” ujarnya, Kamis (23/4/2026)
Menurutnya,
aspek yang menjadi perhatian utama meliputi standar kesehatan, pengelolaan
limbah, hingga kelayakan operasional secara keseluruhan. “Apakah sudah memenuhi
standar kesehatan, standar limbah, dan sebagainya. Kalau tidak, kita minta
daftarnya dan sementara harus ditutup dulu sambil mereka melengkapi,” tegasnya.
Celni
juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak sembarangan membuka dapur tanpa
mempertimbangkan risiko yang ditimbulkan, baik bagi lingkungan maupun
masyarakat sekitar. “Jangan asal buka, jangan asal menentukan tempat tanpa
memperhitungkan risiko, baik untuk lingkungan maupun masyarakat,” katanya.
Ia
berharap evaluasi ini dapat memastikan program MBG berjalan dengan baik dan
tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari. “Kami ingin pastikan program
MBG di daerah berjalan baik,” ucap dia. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
