SAMARINDA – Progres pembangunan terowongan di Kota Samarinda masih menjadi perhatian DPRD, terutama terkait kebutuhan anggaran tambahan untuk menyelesaikan proyek tersebut hingga tahap akhir. Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menyebut bahwa pembahasan teknis proyek saat ini berada di ranah Komisi III DPRD yang telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
“Komisi III sudah turun untuk mengecek apa saja yang masih kurang dan apa yang harus diselesaikan untuk finishing akhir,” ujarnya, Jumat (24/4/2026)
Menurutnya,
dalam waktu dekat DPRD akan kembali menggelar audiensi dengan Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta pihak kontraktor guna membahas kebutuhan
lanjutan proyek tersebut. “Nanti kita akan lakukan audiensi lagi dengan PUPR
dan kontraktor, untuk melihat berapa biaya tambahan yang diperlukan,” katanya.
Celni
mengakui bahwa pembangunan terowongan ini merupakan proyek besar dan terbilang
fenomenal di Samarinda, sehingga wajar jika memunculkan berbagai pandangan di
masyarakat. “Pembangunan terowongan ini memang fenomenal. Selain anggarannya
besar, pro dan kontra pasti ada,” jelasnya.
Ia
menilai, sebagai proyek pertama di daerah, wajar jika masih terdapat kekurangan
yang perlu disempurnakan seiring berjalannya waktu. “Ini pertama kali kita
membuat terowongan di Kaltim, jadi pasti ada plus minusnya,” ujarnya.
Meski
demikian, Celni mengajak masyarakat untuk melihat sisi positif dari pembangunan
tersebut sebagai bagian dari kemajuan infrastruktur kota. “Kita ambil sisi
positifnya saja, dan kalau ada kekurangan nanti kita sempurnakan ke depan,”
tegasnya.
Ia
berharap, seluruh anggaran yang telah digelontorkan dapat memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat dan mendukung mobilitas di Kota Samarinda. “Kita doakan
saja semoga hasilnya baik dan bisa benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,”
tutupnya. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
.jpg)