Pendidikan Politik Sejak Dini Dinilai Penting, DPRD Samarinda Usul Masuk Kurikulum

SAMARINDAPendidikan politik dinilai perlu diberikan sejak dini kepada generasi muda guna membangun pemahaman yang benar tentang sistem demokrasi. DPRD Kota Samarinda menilai anggapan bahwa politik adalah hal tabu justru menjadi penyebab rendahnya literasi politik masyarakat.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyebut selama ini politik sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang kotor dan harus dijauhi, termasuk oleh anak-anak. Karena itu, pandangan tersebut perlu diluruskan karena pada dasarnya seluruh aspek kehidupan tidak lepas dari keputusan politik, mulai dari pendidikan, aturan sosial, hingga tata kelola pemerintahan. “Semua yang kita jalani ini tidak lepas dari keputusan politik. Jadi tidak bisa kita anggap ini sesuatu yang harus dijauhkan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026)

Ia mencontohkan, berbagai kebijakan seperti kurikulum pendidikan, aturan pernikahan, hingga pelayanan publik merupakan hasil dari proses politik yang disepakati bersama.

Karena itu, ia menilai penting bagi generasi muda untuk memahami politik sesuai dengan tingkat usia mereka, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. “Kami  mengusulkan agar pendidikan politik mulai diperkenalkan dalam kurikulum sekolah, setidaknya pada jenjang tertentu seperti SMP dan SMA,” ucap dia.

Menurutnya, materi yang diberikan tentu harus disesuaikan dengan usia siswa, sehingga tidak bersifat terlalu kompleks atau sensitif. “Tidak harus langsung berat. Disesuaikan saja dengan usia, yang penting mereka paham dasar-dasarnya,” jelasnya.

Ia juga menilai, minimnya edukasi politik sejak dini berpotensi membuat masyarakat mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar, terutama di era digital saat ini.

Dengan pendidikan yang tepat, ia berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi pemilih yang rasional dan mampu berpartisipasi secara sehat dalam sistem demokrasi "Ini hal penting, karena dengan pendidikan politik sejak dini, paling tidak mereka sudah mengerti bagaimana menggunakan suaranya jika tiba masanya nanti," tutup Samri. (adv)

Penulis: Hairil Riswan