SAMARINDA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Timur, H. Gamalis, secara resmi menyatakan kesiapan seluruh jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP di 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur untuk menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) pada bulan April dan Mei 2026 mendatang.
Pernyataan ini
menegaskan langkah strategis partai berlambang Ka’bah tersebut dalam melakukan
penyegaran struktur organisasi di tingkat daerah. Muscab ini dipandang sebagai
momentum krusial untuk memperkuat mesin partai menghadapi dinamika politik di
masa depan.
H. Gamalis menjelaskan
bahwa pelaksanaan Muscab ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan mandat
konstitusional partai. Seluruh tahapan dan mekanisme pelaksanaannya wajib
merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan
Organisasi (PO) yang berlaku.
"Kami telah
menerima instruksi langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Oleh karena itu,
DPW PPP Kaltim memastikan bahwa seluruh DPC telah melakukan persiapan matang
agar Muscab berjalan sesuai koridor aturan organisasi yang ada," ujar
Gamalis dalam keterangan resminya.
Fokus utama dari
Muscab kali ini adalah melakukan evaluasi kinerja kepengurusan periode
sebelumnya serta memilih nakhoda baru yang akan memimpin DPC PPP di
masing-masing wilayah. Gamalis menekankan pentingnya proses demokrasi internal
yang sehat guna menghasilkan pemimpin yang memiliki integritas dan loyalitas
tinggi terhadap partai.
“Muscab adalah
kedaulatan tertinggi di tingkat cabang. Kami berharap melalui forum ini, lahir
ide-ide segar dan struktur kepengurusan yang lebih solid, inklusif, dan mampu
merangkul seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Timur,” tambahnya.
Pelaksanaan yang
dijadwalkan pada April dan Mei 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal bagi
PPP Kaltim untuk meningkatkan elektabilitas dan basis massa. Dengan selesainya
Muscab tepat waktu, maka partai bisa segera fokus pada program-program kerja
nyata yang menyentuh kepentingan rakyat Kalimantan Timur.
DPW PPP Kaltim juga
akan menurunkan tim asistensi untuk memantau langsung jalannya Muscab di setiap
kabupaten/kota, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas proses pemilihan
tim formatur maupun penetapan ketua terpilih nantinya. "Kita ingin PPP
tetap menjadi wadah aspirasi umat. Konsolidasi melalui Muscab ini adalah
langkah awal menuju kejayaan PPP di Kalimantan Timur," pungkas Gamalis. (nk)
