Evaluasi Kampung KB, DPRD Samarinda Temukan Banyak Kegiatan Hanya Seremonial

SAMARINDA  – Program Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kota Samarinda menjadi sorotan DPRD setelah ditemukan sejumlah pelaksanaan yang dinilai tidak optimal. Evaluasi terhadap program ini mengungkap adanya kegiatan yang lebih bersifat seremonial dibandingkan substantif.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2023, terdapat 20 Kampung KB yang tercatat. Namun, realisasi kegiatan yang berjalan secara nyata hanya sebagian kecil. “Dari 20 Kampung KB, yang benar-benar berjalan itu hanya lima. Sisanya lebih banyak seremonial,” ungkapnya, Selasa (28/4/2026)

Ia menjelaskan, sejumlah program yang seharusnya menyentuh masyarakat secara langsung justru hanya diwujudkan dalam bentuk simbolis seperti pemasangan plang dan baliho.

Kondisi tersebut, menurut Anhar, juga berkaitan dengan temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun yang sama. “Ini salah satu yang perlu dibenahi. Anggarannya ada, tapi realisasinya tidak maksimal,” tegasnya.

Ia menilai, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar program Kampung KB benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas. Pembenahan ini juga menjadi penting agar ke depan tidak terjadi pengurangan anggaran akibat rendahnya kualitas pelaksanaan program.

Anhar pun mendorong agar dinas terkait melakukan perbaikan menyeluruh, baik dari sisi perencanaan maupun pelaksanaan di lapangan. “Kalau programnya tidak jelas, wajar kalau anggaran ikut dikoreksi,” tutupnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan