SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menerima kunjungan kerja DPRD Kota Tarakan yang secara khusus ingin mempelajari sejumlah kebijakan strategis, mulai dari pengelolaan sampah hingga skema bantuan anggaran di tingkat Rukun Tetangga (RT).
Ketua
Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar membenarkan adanya kunjungan
yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, dan
berlangsung dalam suasana diskusi terbuka.
“Kemarin
Kami menerima kunjugan kerja DPRD Kota Tarakan, Kita saling bertukar pengalaman
terkait tantangan pembangunan perkotaan dan peningkatan pelayanan
masyarakat," ungkap Deni, Selasa (28/4/2026)
Deni
berujar bahwa salah satu topik utama yang menjadi perhatian rombongan Tarakan
adalah program bantuan dana RT yang dinilai cukup progresif di Samarinda. "Di
kita itu ada Rp100 juta per RT per tahun. Kalau di mereka itu ada Rp50 juta.
Jadi dari segi jumlah pun sudah berbeda,” jelas Deni.
Ia
menyebutkan, dengan jumlah sekitar 2.000 RT di Samarinda, total anggaran yang
digelontorkan untuk program tersebut hampir mencapai Rp200 miliar setiap tahun.
Besaran itu, kata dia, menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong
pembangunan berbasis masyarakat.
Menurut
Deni, kemampuan Samarinda dalam mengalokasikan anggaran tersebut tidak terlepas
dari kapasitas fiskal daerah yang relatif lebih kuat. Pendapatan Asli Daerah
(PAD) Samarinda saat ini hampir menyentuh Rp1,2 triliun, sementara Tarakan
berada di kisaran Rp150 miliar.
Selain
dana RT, persoalan pengelolaan sampah turut menjadi bahan diskusi yang cukup
mendalam. DPRD Tarakan ingin mengetahui strategi yang diterapkan Samarinda
dalam menangani persoalan lingkungan perkotaan yang semakin kompleks.
"Forum
seperti ini menjadi ruang penting untuk saling belajar antar daerah. Tidak
hanya berbagi keberhasilan, tetapi juga mencari solusi bersama atas berbagai
persoalan yang dihadapi," jelas Deni.
Meski
memiliki kapasitas fiskal yang lebih besar, ia mengakui Samarinda tetap
dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran. APBD yang sebelumnya berada di
angka Rp5,8 triliun kini harus disesuaikan menjadi sekitar Rp3,5 triliun.
Kendati
demikian, ia menegaskan bahwa penyesuaian tersebut tidak mengurangi komitmen
pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. “Di tengah efisiensi ini,
kami tetap memastikan standar pelayanan minimal tetap terpenuhi, khususnya di
sektor pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.
Dalam
pertemuan itu, turut dibahas pula komposisi penggunaan dana RT, terutama
keseimbangan antara pembangunan infrastruktur fisik dan program pemberdayaan
masyarakat agar lebih tepat sasaran.
Melalui
kunjungan ini, DPRD Samarinda berharap hubungan antardaerah semakin erat dan
dapat berlanjut pada kerja sama konkret. "Juga sempat dibahas rencana
kunjungan balasan ke Tarakan guna melihat langsung praktik pembangunan
disana," pungkasnya. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
