DPRD Samarinda Tegaskan Insinerator Hanya Untuk Residu, Soroti Buruknya Pemilahan Sampah

SAMARINDADPRD Kota Samarinda menegaskan bahwa insinerator memang tidak diperuntukkan untuk membakar seluruh jenis sampah. Alat tersebut hanya diperuntukkan bagi sampah residu yang tidak lagi memiliki nilai guna.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah menekankan, kesalahan pemahaman dalam pengelolaan sampah justru bisa memperburuk persoalan lingkungan.

“Yang dibakar di insinerator itu hanya sampah residu. Yang masih bisa dimanfaatkan seperti plastik, botol, atau kardus, harus dipilah dulu, tidak boleh langsung dibakar,” jelasnya Jumat (17/4/2026).

Bang Aan sapaan akrabnya menilai, persoalan utama saat ini justru terletak pada buruknya sistem pemilahan sampah di tingkat hulu sehinhga banyak sampah yang masuk ke sistem pengolahan tanpa melalui proses pemilahan yang benar.

Padahal, menurutnya, pemilahan adalah kunci utama dalam pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

“Ini sebenarnya pekerjaan sederhana, tapi harus ada kesadaran. Sampah itu tanggung jawab masing-masing individu, bukan semata-mata pemerintah,” tegasnya.

Aan juga mendorong agar program pemilahan sampah diperkuat hingga tingkat RT. Dengan begitu, volume sampah residu yang masuk ke insinerator bisa ditekan, sekaligus meningkatkan pemanfaatan kembali sampah yang masih bernilai ekonomi.

“Kalau dari awal sudah dipilah, maka yang dibakar hanya sisa yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan