DPRD Samarinda Sesalkan Insiden Intimidasi Wartawan Saat Demo

SAMARINDAInsiden yang menimpa seorang wartawan perempuan saat peliputan aksi demonstrasi beberapa waktu lalu mendapat perhatian dari DPRD Kota Samarinda. Peristiwa tersebut dinilai menjadi catatan penting agar pelaksanaan aksi ke depan tetap menjunjung kondusivitas dan keselamatan semua pihak.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menyayangkan kejadian tersebut dan berharap situasi serupa tidak kembali terulang. Ia menekankan bahwa semua pihak yang terlibat, baik massa aksi maupun aparat, sejatinya memiliki tujuan menjalankan tugas masing-masing.

“Kita sangat menyayangkan sekali kejadian itu. Harapan kita tentu demo bisa berjalan dengan lancar dan kondusif, tanpa ada kericuhan atau provokasi,” ujar Celni, Kamis (23/4/2026)

Menurutnya, situasi di lapangan yang dinamis dan penuh tekanan bisa saja memicu kepanikan, sehingga berdampak pada pihak lain, termasuk jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan. “Mungkin karena situasi dan kondisi saat itu panik, jadi ada wartawan perempuan yang terkena dampaknya. Tapi saya yakin semua ingin menjalankan tugas dengan baik,” katanya.

Celni menegaskan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis sebagai bagian dari pilar demokrasi. Ia berharap ke depan ada koordinasi yang lebih baik antara penyelenggara aksi dan aparat keamanan agar ruang kerja pers tetap terjaga.

Lebih lanjut, ia juga mendorong pemerintah untuk lebih responsif dalam menyikapi aspirasi masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik dapat meredam potensi gesekan di lapangan. “Saya berharap jika ada demo lagi, pemerintah baik kota, provinsi maupun DPR bisa segera menanggapi dan menemui massa untuk berdialog,” tegasnya.

Ia menilai pendekatan dialogis menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik. “Kalau sesuatu ditanggapi dengan baik, hasilnya juga pasti baik. Itu yang kita harapkan ke depan,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan