DPRD Ingatkan Ancaman Ledakan Penduduk, Samarinda Bisa Kewalahan di 2030

SAMARINDAAncaman lonjakan jumlah penduduk di Kota Samarinda pada tahun 2030 mulai menjadi perhatian serius DPRD. Minimnya dukungan terhadap program keluarga berencana (KB) dinilai dapat memperparah kondisi tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengingatkan bahwa kegagalan dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk akan berdampak luas terhadap berbagai sektor pembangunan. “Kalau terjadi ledakan penduduk, APBD kita bisa jebol. Dampaknya ke mana-mana,” ujarnya, Selasa (28/4/2026)

Ia menyebutkan, peningkatan jumlah penduduk secara signifikan akan berpengaruh pada beban pembiayaan daerah, mulai dari sektor kesehatan, pembiayaan BPJS, hingga penyediaan lapangan kerja.

Menurutnya, tanpa intervensi yang kuat melalui program KB, pemerintah akan menghadapi tekanan besar dalam menjaga keseimbangan pembangunan. “Ini menyangkut kesehatan, ekonomi, tenaga kerja. Semua akan terdampak,” jelas Anhar.

Ia menilai, peran dinas yang menangani KB sangat vital dalam mengantisipasi potensi ledakan penduduk tersebut. Namun, peran itu tidak akan optimal tanpa dukungan anggaran.

Anhar menegaskan bahwa pengendalian penduduk bukan hanya isu demografi, tetapi juga bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah kota mesti memberikan perhatian lebih terhadap program KB sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pembangunan Samarinda. “Dinas ini punya peran penting untuk mengerem laju pertumbuhan penduduk. Jangan dianggap sepele,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan