SAMARINDADi tengah upaya menjaga stabilitas keuangan daerah, Pemerintah Kota Samarinda masih dibayangi beban utang dalam jumlah besar. DPRD pun meminta kejelasan skema penyelesaiannya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyebut total utang pemerintah kota pada 2025 masih berada di kisaran Rp400 miliar. Ia menjelaskan bahwa utang tersebut terbagi dalam beberapa kategori, mulai dari nominal kecil hingga puluhan miliar rupiah. “Utang itu ada yang kecil, menengah, sampai besar. Jadi memang harus ditangani bertahap,” ujarnya, Senin (27/4/2026)

Pemerintah kota, lanjutnya, menargetkan pelunasan utang dapat diselesaikan pada tahun ini. Namun, pembayaran akan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas. “Mulai April ini sudah berjalan, tapi bertahap. Nanti dilihat dulu klaster mana yang dibayar lebih dulu,” jelasnya.

Iswandi menilai penting adanya transparansi dalam proses tersebut, terutama terkait daftar penerima pembayaran dan dasar penentuan prioritas. “Harus jelas siapa yang dibayar dulu dan kriterianya apa. Jangan sampai jadi pertanyaan,” tegasnya.

Iswandi juga mengingatkan agar pembayaran utang tidak mengganggu program pembangunan yang sedang berjalan.

Menurutnya, keseimbangan antara kewajiban dan belanja publik harus tetap dijaga agar pembangunan tidak terhambat. "Kami akan mengawasi proses ini secara ketat agar berjalan transparan dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari," tutup Iswandi.  (adv)

Penulis: Hairil Riswan