SAMARINDA – Kondisi armada pengangkut sampah di Kota Samarinda kembali menjadi sorotan DPRD. Sejumlah kendaraan dinilai tidak lagi layak, sehingga berdampak pada kebersihan lingkungan. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah, mengungkapkan bahwa masih sering ditemukan sampah tercecer di jalan, terutama pada pagi hari.
Selain itu, munculnya cairan lindi di ruas jalan juga menjadi indikasi adanya persoalan teknis pada kendaraan pengangkut. “Kalau ada lindi di jalan, itu tanda truknya bermasalah. Entah bocor atau memang sudah tidak layak,” katanya, Senin (20/4/2026)
Menurut Aan, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem pengangkutan sampah belum berjalan optimal dan perlu segera dievaluasi.
DPRD
pun mendorong agar pemerintah kota melalui DLH melakukan pengecekan menyeluruh
terhadap armada yang masih digunakan. “Jangan sampai ini terus berulang. Harus
ada perbaikan sistem, bukan hanya tambal sulam,” ujarnya.
Aan
menegaskan, pengelolaan sampah yang baik harus ditopang oleh sarana dan
prasarana yang memadai, termasuk kendaraan pengangkut yang layak. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
