SAMARINDA – Sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah disebut sebagai bagian dari garis perjuangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal ini ditegaskan Anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Samarinda, Anhar SK.
Ia
menyebut, kader PDIP yang duduk di lembaga legislatif memang ditugaskan untuk
aktif mengawal kebijakan, baik di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi. Kritik
yang disampaikan bukan tanpa dasar, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab
dalam memastikan kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada masyarakat. “Kalau
ada ketidakadilan atau kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, itu memang
harus dikritisi,” ujarnya, Rabu (22/4/2026)
Anhar
menjelaskan, fungsi pengawasan menjadi salah satu peran utama legislatif. Dalam
konteks ini, kader PDIP didorong mencermati arah kebijakan, termasuk pengelolaan
anggaran daerah. Keberpihakan APBD terhadap masyarakat menjadi indikator penting
yang harus terus dikawal oleh DPRD. “Kalau anggaran tidak menyentuh rakyat,
tentu kita harus bersuara,” tegasnya.
Selain
pengawasan, ia juga menyinggung fungsi legislasi yang harus menghasilkan
regulasi yang berpihak pada kepentingan publik. Sikap kritis bukan berarti
berseberangan secara politik, melainkan bagian dari mekanisme kontrol dalam
sistem demokrasi. “Kami ini mengingatkan, bukan menjatuhkan,” katanya.
Dia
menambahkan, sikap tersebut berlaku secara menyeluruh bagi kader PDIP di berbagai
tingkatan legislatif, sebagai bentuk konsistensi garis partai. Dengan demikian,
peran partai dalam mengawal kebijakan publik dapat berjalan secara sistematis
dan terarah. “Ini memang sudah menjadi mandat partai kepada kami,” pungkasnya. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
