Ambulans Jadi Kebutuhan Wajib, DPRD Soroti Perubahan Tradisi Pengantaran Jenazah

SAMARINDAPerubahan kondisi sosial dan kepadatan kota membuat pola pengantaran jenazah mengalami pergeseran signifikan. DPRD Kota Samarinda menilai penggunaan ambulans kini menjadi kebutuhan wajib dalam proses pemakaman.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyebut tradisi lama seperti memikul jenazah sudah semakin sulit diterapkan di kondisi saat ini. "Tradisi itu semakin sulit dilakukan saat ini untuk wilayah perkotaan, banyak kemungkinan dampak yang harus difikirkan," ujar Samri, Selasa (21/4/2026)

Menurutnya, pada masa lalu jarak pemakaman yang relatif dekat dan kondisi lalu lintas yang belum padat memungkinkan jenazah dibawa secara manual oleh warga. Namun kini, dengan meningkatnya jumlah kendaraan dan kepadatan jalan, metode tersebut dinilai tidak lagi relevan dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. “Sekarang 10 menit saja bisa bikin macet panjang. Jadi memang sudah tidak memungkinkan lagi dipikul seperti dulu,” jelas Samri

Ia menambahkan, keberadaan ambulans atau mobil jenazah menjadi solusi yang lebih efektif untuk memastikan proses pemakaman berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Meski demikian, saat ini kebutuhan ambulans sebenarnya sudah cukup terbantu oleh berbagai pihak, termasuk masjid dan relawan yang menyediakan layanan tersebut. “Sekarang hampir setiap masjid atau rukun kematian sudah punya ambulans, walaupun belum 100 persen,” katanya.

Karena itu, Samri menilai persoalan utama saat ini bukan lagi pada ketersediaan kendaraan jenazah, melainkan pada ketersediaan lahan pemakaman itu sendiri. Namun, keberadaan ambulans tetap dianggap sebagai fasilitas pendukung yang penting dalam sistem layanan pemakaman yang lebih modern dan terorganisir.

"Kami berharap, ke depan pemerintah dapat memastikan seluruh elemen pendukung, termasuk transportasi jenazah, tetap tersedia secara merata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan