Destinasi Wisata Danau Biru Bekas Tambang Batubara di Kukar Jadi Populer

KUTAI KARTANEGARADesa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki desinasi wisata baru. Lahan bekas galian tambang batu bara yang memiliki kedalaman sekitar 30 meter telah disulap menjadi sebuah danau berwarna biru toska. Destinasi wisata tersebut kini kian populer di media sosial. Destinasi wisata itu dikenal dengan sebutan Danau Biru. Pengelola Danau Biru memastikan parameter air di danau tersebut terpantau aman bagi para pengunjung.

Air di danau tampak segar dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Karena kedalaman Danau Biru yang ekstrem, pengelola Danau Biru menerapkan standar keselamatan yang ketat. "Untuk keselamatan, kami selalu menghimbau pengunjung agar wajib menggunakan baju renang dan pelampung yang telah kami sediakan di bibir danau," tegas Yusran, salah satu pengelola Damau Biru.

Menurut dia, lonjakan pengunjung ini bermula sejak masa libur akhir tahun 2025. Keindahan dinding tebing sisa tambang yang estetik mendadak viral di media sosial. Ini memicu rasa penasaran warga berbagai daerah.

Nurjayanti, seorang pengunjung asal Tenggarong Seberang rela menempuh perjalanan jauh demi membuktikan keindahan Danau tersebut. "Saya kesini, karena lihat viral di medsos. Ternyata aslinya memang bagus dan ramai banget buat liburan keluarga," ungkapnya.

Biaya akses menuju lokasi Danau Biru sangat merakyat. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek parkir sebesar Rp3.000 untuk motor dan mobil Rp5.000.  Sedangkan bagi pengunjung yang ingin menjelajahi tengah danau tanpa harus basah-basahan, tersedia penyewaan perahu karet dengan tarif Rp50.000. Sementara bagi yang hanya ingin bersantai, warga sekitar menyediakan penyewaan karpet hingga perangkat karaoke untuk memeriahkan suasana.

Kehadiran Danau Biru menjadi sumber baru perekonomian warga Desa Panca Jaya. Pengelolaan yang kini resmi dipegang oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) membuka lapangan kerja baru. Warung-warung kecil menjajakan kopi hingga makanan cepat saji kini menjamur di sekitar area wisata.

Salah satu pedagang di area Danau Biru, Yatimah, mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan ini. "Alhamdulillah ramai, Pak. Sangat membantu ekonomi orang sini. Sebelumnya sepi sekali karena ini kan cuma bekas galian yang ditinggal gitu aja. Sekarang jadi ramai," ungkapnya. (red)