TANJUNG REDEB - Bupati Berau, Sri Juniarsih menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha pada Puncak Peringatan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Britama Arena Kelapa Gading, Jakarta, pada akhir November lalu.
Penghargaan ini disematkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan
Menengah Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq, bersama Ketua Umum PGRI, Unifah
Rosyidi, sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas
pendidikan di Kabupaten Berau.
Dwija Praja Nugraha merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan
Pengurus Besar PGRI kepada kepala daerah yang menunjukkan komitmen tinggi
terhadap peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, dan pemberdayaan
sumber daya manusia di daerahnya.
Pada peringatan HUT ke-80 PGRI, penghargaan ini diberikan kepada 20
kepala daerah, termasuk 14 bupati, empat gubernur, dan dua wali kota.
Penghargaan ini sebelumnya juga diraih oleh Bupati Berau periode 2016-2020,
Muharram, pada HUT ke-73 PGRI tahun 2018.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, usai menerima penghargaan, menyampaikan
rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diterima. Baginya, penghargaan
ini bukan hanya merupakan pencapaian pribadi, tetapi juga hasil kerja bersama
seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan pendidikan di Kabupaten Berau,
terutama keluarga besar PGRI yang selama ini berkolaborasi erat dengan
pemerintah daerah.
"Saya merasa sangat bersyukur atas penghargaan ini. Terima kasih
kepada para guru, PGRI Berau, dan semua pihak yang telah mendukung kami dalam
mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Berau," ujar Sri.
Karena itu, dia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi,
semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru di
daerahnya. Pemkab Berau tetap berkomitmen untuk menjaga anggaran pendidikan
meskipun menghadapi dinamika keuangan daerah yang kadang terbatas.
"Alhamdulillah, meskipun ada tantangan dalam pengelolaan keuangan
daerah, Pemkab Berau tetap memastikan tidak ada pengurangan anggaran
pendidikan, termasuk tunjangan untuk ASN, yang juga mencakup guru-guru kita.
Kami terus berusaha memastikan kesejahteraan guru tetap terjaga,"
tuturnya.
Pemkab Berau juga berkomitmen mengalokasikan 20 persen dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk sektor pendidikan. Sehingga, pentingnya
pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengoptimalkan potensi
sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Berau. Guru yang profesional dan kesejahteraan mereka
adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut.
"Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami terus berkomitmen
untuk memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan guru, karena mereka
adalah ujung tombak dalam mencetak generasi muda yang berkualitas," ungkap
Sri Juniarsih.
Sementara itu, Ketua PGRI Berau, Mardiatul Idalisah, menyatakan bahwa
penghargaan Dwija Praja Nugraha diberikan setelah melalui proses penilaian yang
ketat dari Pengurus Besar PGRI, yang mencakup 16 dimensi penilaian. Di
antaranya, Pemkab Berau dinilai memiliki kebijakan yang sangat mendukung guru
dan pendidikan, seperti mempertahankan tenaga guru honorer, memberikan
tunjangan yang layak bagi guru, dan melaksanakan program-program beasiswa serta
digitalisasi pendidikan.
"Pemkab Berau sangat serius dalam memperhatikan sektor pendidikan.
Penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen tersebut dalam menjadikan
pendidikan sebagai prioritas utama di Kabupaten Berau," tandas Mardiatul. (mel/nk/adv)

