TANJUNG REDEB – Ditengah ancaman pemotongan anggaran luar biasa, Pemkab Berau terus berupaya agar pembangunan bisa tetap berjalan. Mengingat jumlah penduduk Kabupaten Berau yang juga terus bertambah, sehingga harus dibarengi dengan pembangunan.
Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis ketika ditemui beberapa waktu lalu, optimistis kalau pembangunan akan tetap berjalan. Apalagi, Berau pernah berada di kondisi anggaran daerahnya lebih sedikit dari tahun saat dirinya menjabat.
“Pemotongan anggaran bukan
kiamat. Yang penting kita tetap berjuang. Penduduk kita semakin bertambah,
kebutuhan pembangunan ikut meningkat,” tuturnya.
Dia menyampaikan beberapa
hal yang perlu dilakukan, diantaranya memilah mana yang bisa menjadi prioritas
untuk tetap dilanjutkan pembangunannya, dan menunda beberapa pekerjaan yang
sekiranya masih bisa ditunda.
Dia menyoroti sejumlah pekerjaan konstruksi yang membutuhkan perhatian khusus. Sebab untuk kegiatan yang bersifat fisik seperti pembangunan gedung dan infrastruktur, tidak mungkin dilakukan pengurangan volumenya.
“Pilihannya hanya lanjut atau hentikan
sementara untuk dilanjutkan di tahun anggaran berikutnya. Namun sebagian besar
pembangunan tetap harus jalan,” tegasnya.
Gamalis menegaskan, untuk menjalankan program dan pembangunan secara efisien dan bisa tepat waktu, maka semuanya harus matang secara perencanaan dan penganggaran. Karena hal ini juga mempengaruhi penyerapan anggaran yang ada.
“Kita tidak ingin ada kegiatan yang
mangkrak hanya karena lemahnya penyelesaian administrasi maupun eksekusi di
lapangan,” ucap dia. (mel/nk/adv)

