Kebijakan Pusat Tak Pengaruhi TPP Tenaga Pendidik di Berau

TANJUNG REDEBKebijakan penghentian tenaga kontrak atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Berau hingga pemotongan anggaran dari pusat, mulai mengkhawatirkan. Tak terkecuali di Kabupaten Berau. Pasalnya, di Berau sendiri masih banyak pegawai berstatus tersebut khususnya di sektor pendidikan. Dan kebutuhan tenaga profesional untuk sektor ini masih sangat kurang.

"Pelayanan publik apalagi untuk sektor penting seperti pendidikan, kita akan tetap support. Guru yang ada harus dimaksimalkan performanya, salah satunya denga memberikan dukungan kesejahteraan," ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih saat menghadiri puncak peringatan hari guru beberapa waktu lalu.

Kebijakan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) ini, membuat pemerintah daerah harus ekstra berjuang. 

"Komitmen pemerintah daerah adalah untuk tetap mempertahankan keberlanjutan tenaga PTT, khususnya Guru. Saya memastikan bahwa tidak akan ada pengurangan TPP, baik untuk PNS maupun non-PNS, terutama mereka yang bertugas di wilayah pedalaman,” tegasnya.

Ia menegaskan, seluruh tenaga pendidikan mulai dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), P3K paruh waktu, PNS hingga guru honorer tetap menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) secara penuh. 

“Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas tenaga di sektor pendidikan demi memastikan layanan kepada masyarakat tetap optimal,” katanya.

Sri Juniarsih juga menyampaikan, pemkab akan terus berkoordinasi dengan DPRD Berau untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi dinamika kebijakan pusat agar sektor-sektor vital di Berau tidak terdampak secara signifikan. (mel/nk/adv)