Samarinda Siapkan Aparatur Tangguh Hadapi Birokrasi Modern

SAMARINDABadan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II dan III Angkatan 111, 112, dan 113 di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Pelatihan yang berlangsung di Aula BPSDM Kaltim ini diikuti oleh 96 peserta berasal dari tenaga kesehatan serta tenaga teknis lainnya. Latsar CPNS tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Hero Mardanus Satyawan mewakili Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Hero menegaskan bahwa Latsar merupakan tahapan penting dalam membentuk karakter, integritas, dan profesionalisme para CPNS sebelum mereka menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “Pelatihan dasar ini menjadi fondasi utama dalam membentuk ASN yang siap menjawab tantangan birokrasi modern,” ujarnya.

Hero menyampaikan pesan dari Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun. Wali Kota menekankan pentingnya generasi ASN baru yang menguasai teknologi informasi, memiliki disiplin tinggi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan era digital.

“Kami berharap para CPNS dapat mendukung penuh visi dan misi pembangunan Kota Samarinda pada periode kepemimpinannya saat ini, terutama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan modern,” katanya.

Pemerintah Kota Samarinda berharap pelatihan ini melahirkan ASN yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, inovasi, disiplin, serta komitmen kuat terhadap pelayanan publik. “Manfaatkan pelatihan ini sebagai momentum untuk berubah dan meningkatkan kualitas diri sebagai aparatur negara yang amanah,” ungkap Hero.

Sebelumnya, Kepala BKPSDM Kota Samarinda Fiona Citrayani, menyampaikan laporan pelaksanaan terkait dasar hukum, tujuan, metode, dan teknis penyelenggaraan Latsar Tahun 2025“Pelatihan dilaksanakan selama 74 hari atau 647 jam pelajaran, menggunakan metode blended learning yang mencakup pembelajaran mandiri, distance learning, aktualisasi, hingga pembelajaran klasikal,” ucap dia. (nk/***)