Pengawasan Aparatur Kampung di Berau Diperketat

TANJUNG REDEB – Untuk memperkuat integritas dan pencegahan penyimpangan di tingkat pemerintahan akar rumput, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai menerapkan aturan lebih ketat bagi perangkat kampung.  Salah satunya, kewajiban tes kesehatan berkala. Termasuk pemeriksaan urin bagi seluruh Kepala Kampung dan aparat di bawahnya.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa aturan tersebut bukan sekadar himbauan, tetapi langkah strategis mencegah kasus-kasus yang pernah mencoreng nama baik daerah. Seperti  belum lama ini, seorang kepala kampung terjerat kasus narkotika, sehingga evaluasi sistem pengawasan perlu diperkuat. “Tes urin memang harus dilakukan. Ini bagian dari upaya kita untuk menekan potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan kampung,” ucap Sri Juniarsih, kemarin.

Selain itu, Sri Juniarsih menyoroti maraknya kasus judi online (judol). Kasus itu turut menyeret orang-orang dari berbagai profesi, termasuk aparatur pemerintahan. Karena itu, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Berau diminta menjauhi praktik tersebut.

“Sudah banyak contoh ASN di luar daerah yang terjerat hutang dan bahkan melakukan tindakan kriminal karena kecanduan judi online. Karena itu saya minta seluruh ASN untuk tidak terlibat aktivitas judol,” tandas Sri Juniarsih. (iz/nk/adv)