SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di GOR Segiri, Kamis (20/11/2025) kemarin. Tahun ini, Hakordia mengusung tema 'Berkelanjutan Cegah Korupsi untuk Samarinda Maju'.
Acara dihadiri Wali Kota
Samarinda Andi Harun, Sekretaris Daerah Hero Mardanus Satyawan, para Asisten
Setda, pimpinan perangkat daerah, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan
(TWAP), pimpinan Perumdam Varia Niaga, camat dan lurah se-Samarinda, serta
pimpinan Puskesmas. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa korupsi merupakan
musuh bersama yang harus diberantas oleh seluruh elemen bangsa.
Dalam sambutannya, Wali
Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa Hakordia adalah agenda global yang
memiliki legitimasi hukum dan menjadi peneguh moral bagi pemerintah serta
masyarakat untuk menolak praktik korupsi.
“Pemimpin, aparatur, hingga
masyarakat wajib memiliki sikap antikorupsi. Korupsi menciptakan ketidakadilan
sistemik, memperlebar ketimpangan sosial, dan merusak kepercayaan publik,”
ujarnya.
Dia mengingatkan bahwa
aparatur mengelola uang negara yang bersumber dari rakyat. Karena itu, setiap
praktik korupsi akan langsung menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat. Mengutip
pemikiran Prof Robert Klitgaard, bahwa korupsi tumbuh subur ketika ada monopoli
kekuasaan, kewenangan diskresi yang besar, dan lemahnya akuntabilitas.
“Pentingnya perubahan
sistem, budaya, dan kepemimpinan sebagaimana pesan Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK). Kita membangun tiga pilar: sistem profesional dan akuntabel, aparatur
berintegritas, serta pengawasan publik. Jika berjalan beriringan, kita dapat
mewujudkan pemerintahan bersih dan masyarakat yang aktif mengawasi,” tegasnya.
Andi Harun menekankan bahwa
kemajuan daerah lahir dari keberanian melawan praktik salah dan memperjuangkan
integritas. “Samarinda maju bukan hadiah, tetapi hasil dari keberanian kita
menolak yang salah dan memperjuangkan yang benar tanpa henti,” pungkasnya.
